JADUAL KEBERANGKATAN KMP MURIA BULAN MARET 2012

Minggu, 04 Maret 2012

JADUAL PENYEBRANGAN FERI KMP MURIA JEPARA - KARIMUNJAWA

DARI PELABUHAN JEPARA DARI PELABUHAN KARIMUNJAWA
HARI TANGGAL JAM HARI TANGGAL JAM
- - - KAMIS 01 MARET 12 08.00 WIB
JUMAT 02 MARET 12 OFF OFF OFF OFF
SABTU 03 MARET 12 09.00 WIB MINGGU 04 MARET 12 08.00 WIB
SENIN 05 MARET 12 09.00 WIB SELASA 06 MARET 12 08.00 WIB
RABU 07 MARET 12 09.00 WIB KAMIS 08 MARET 12 08.00 WIB
JUMAT 09 MARET 12 OFF OFF OFF OFF
SABTU 10 MARET 12 09.00 WIB MINGGU 11 MARET 12 08.00 WIB
SENIN 12 MARET 12 09.00 WIB SELASA 13 MARET 12 08.00 WIB
RABU 14 MARET 12 09.00 WIB KAMIS 15 MARET 12 08.00 WIB
JUMAT 16 MARET 12 OFF OFF OFF OFF
SABTU 17 MARET 12 09.00 WIB MINGGU 18 MARET 12 08.00 WIB
SENIN 19 MARET 12 09.00 WIB SELASA 20 MARET 12 08.00 WIB
RABU 21 MARET 12 09.00 WIB KAMIS 22 MARET 12 08.00 WIB
JUMAT 23 MARET 12 OFF OFF OFF OFF
SABTU 24 MARET 12 09.00 WIB MINGGU 25 MARET 12 08.00 WIB
SENIN 26 MARET 12 09.00 WIB SELASA 27 MARET 12 08.00 WIB
RABU 28 MARET 12 09.00 WIB KAMIS 29 MARET 12 08.00 WIB
JUMAT 30 MARET 12 OFF OFF OFF OFF
SABTU 31 MARET 12 09.00 WIB MINGGU 01 APRIL 12 08.00 WIB
READ MORE - JADUAL KEBERANGKATAN KMP MURIA BULAN MARET 2012 >

KARIMUNJAWA DAN PENGEMBANGAN WISATA JEPARA

Minggu, 26 Februari 2012

Pulau Karimun jawa terdiri dari tiga desa (Karimun, Kemojan dan Parang). Objek wisata Bahari terpadu Taman Nasional Laut Karimunjawa ini merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di tingkat regional bahkan international, Karimunjawa memiliki keindahan alam bawah laut yang alami dan sangat menakjubkan, dengan aneka jenis terumbu karang yang paling lengkap di dunia, biota laut dan ikan karang beraneka warna, hamparan pasir putih di setiap pulau dari 27 pulau yang ada menjadikan Karimunjawa laksana surga bagi pengunjung wisatawan baik mancanegara maupun domestik .
Kebijakan pengembangan pariwisata di Taman Nasional Karimunjawa diarahkan pada wisata berwawasan lingkungan, minat khusus atau sering disebut ekowisata/ecotourism/wisata alam dan ekosistem utama kawasan. Adapun wisata alam adalah kegiatan perjalanan atau sebagaian dari kegiatan wisata. Yang bersifat khusus yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati gejala keunikan dan keindahan alam di Taman Nasional, sedangkan ekosistem utama kawasan adalah Hutan Hujan Tropis Dataran rendah, Hutan Mangrove, Terumbu Karang, Hutan Pantai, Padang lamun, dan rumput laut.
Panorama laut yang indah bagai telaga dengan gugusan kepulauan yang tersebar. Hamparan pasir putih yang membentang di kawasan pantai maupun diseluruh pulau Dapat melakukan kegiatan hiking, snorkeling, diving, Fishing/memancing, dayung dan sebagainya Menikmati keindahan biota laut dengan aneka ragam ikan hias dan bermacam karang laur yang menarik. Masih terdapat jenis satwa langka seperti menjangan, landak, trenggiling, ular kedor, burung garuda dan ikan lele tanpa patil. Gunung dengan penghijauannya hutan tertutup yang masih perawan. Dapat menyaksikan ikan hiu, kerapu, lemuna, tripang di keramba. Bila perjalanan memakai kapal laut, dapat menikmati iringan ikan lumba-lumba di sebelah kapal
Berdasarkan cerita legenda yang berkembang di masyarakat sekitar, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang keprihatian Sunan Muria atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya itu untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat “kremun-kremun”, Sunan Muria kemudian memberi nama “Karimun” untuk pulau itu.

Pengembangan Wisata Jepara


Potensi sosial budaya masyarakat Jepara yang mempunyai orientasi pengembangan pada wilayah pantai cukup banyak. Untuk Menunjang keberadaan Jepara sebagai salah satu tujuan wisata, Pemerintah Kabupaten Jepara tahun ini mendapatkan bantuan dana dari kemntrian pariwisata untuk pengembangan wisata. Dana tersebut akan dibagi untuk pengembangan diKepulauan Karimun Jawa dan di Pantai Kartini.
Penambahan fasilitas di berbagai obyek wisata Jepara, diharapkan minat masyarakat untuk berkunjung semakin meningkat. Dengan demikian target pendapatan  beberapa obyek wisata di Jepara bisa terpenuhi..
Tempat tempat yang mempunyai peran penting dalam perjalanan sejarah jepara sebagai kota pelabuhan, misalnya Beberapa situs peninggalan yang mempunyai keterkaitan dengan peran jepara sebagai kota pelabuhan dijadikan cagar budaya. Situs sejarah yang dimaksud antara lain makam ratu Kalinyamat, masjid Mantinga, benteng VOC dan benteng Portugis.
Menurut perencanaan alokasi penggunaan ruang, kawasan yang dikategorikan sebagai kawasan suaka cagar alam dan budaya meliputi kawasan suaka alam laut yang meliputi persisir, muara sungai, gugusan karang dengan ciri khas berupa keragaman dan keunikan ekosisitem, dengan lokasi di kecamatan Karumunjawa.
Dalam rencara pengembangan wilayah kota, peran kota Jepara sebagai pusat administrasi daerah kabupaten Jepara, tampak pada fungsinya antara lain sebagai kota pusat kerajinan ukiran dan industri mebel kayu untuk skala regional Propinsi Jawa Tengah dan nasional serta sebagai kota pengembangan kegiatan pariwisata, khususnya untuk mendukung pengembangan kepulauan Karimunjawa.
Berkaitan dengan hal tersebut, strategi kebijakan yang diterapkan oleh Pemkab Jepara menyangkut masalah sosial budaya terutama karena kemajuan teknologi informasi, antara lain; menciptakan suasna yang harmonis dan bersahabat yang berlandaskan nilai keagamaan untuk kerukunan hidup bermasyarakat, meningkatkan upaya rehabilitasi dan pemulihan fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang telah rusak, serta mempertahankan kondisi sumber daya alam dan lingkungan yang masih utuh.
Langkah tersebut dalam relitas kebijakan tampak pada upaya pemkab untuk melakukan pembangunan kembali benteng VOC yang dalam perkebangannya sekarang ini di sekitar situs tersebut telah banyak digunakan untuk tempat pemukiman. Melihat kondisi ini sudah seharusnya pemkab memberikan perhatian untuk menertibakannya, agar lokasi situs sejarah tetap terpelihara. Di samping itu Pemkab juga perlu menyempurnakan pembangunan sarana rekreasi yang berbasis pantai, misalnya yang ada di pantai Kartini berupa aquarium kura-kura, gerbang masuk area masjid mantingan.
pantai-kartini

Pantai Kartini adalah salah satu obyek wisata yang ada di kabupaten Jepara terletak di sebelah barat Jepara yang telah befitu dikenal oleh wisatawan sebgai Taman Rekreasi Pantai Kartini. Penataan kawasan in terus dilakukan dengan pembuatan gardu-gardu pandang dan tempat parkir yang cukup luas.
Di samping itu telah dilengkapi pula dengan kios-kios souvenir dan perahu-perahu pesiar. Para pengunjung juga dapat mengunjungi pulau Panjang dan bercengkerama di pantai yang berpasir putih tersebut. Disamping pantai Kartini, wisata bahari lainnya yang menarik adalah pantai Bandengan atau sering disebut dengan pantai Tirta Samudra yang dikenal akan pasir putihnya, pemandangan pohon pandan atau pohon perdu yang tumbuh di sepanjang bibir pantai dan sekitarnya, memiliki struktur pantai yang landai dan air yang jernih dan bersih.
Kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Karimunjawa terletak di Laut Jawa + 83 km dari Kota Jepara menuju arah utara. Obyek ini merupakan kepulauan yang ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut Karimunjawa dengan luas daratan 7.120 Ha dengan pulau berjumlah 27 buah. Di antara pulau-pulau itu baru 5 buah. yang berpenghuni yaitu Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting dengan hamparan pemandangan di sela-sela pulau, pasir putih yang membentang di sepanjang pantai dengan pohon kelapa. Terdapat 242 jenis ikan hias, serta 133 genera fauna akuatik. Dengan kapal motor, Karimunjawa dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam dari dermaga Jepara. Di kawasan Taman Nasional laut ini juga telah dibangun “Kura-Kura Resort” yang merupakan kawasan peristirahatan dengan fasilitas lux, yang merupakan milik investor asing. Pantai-pantai di Karimunjawa sebagian besar berpasir putih, oleh karena itu cocok untuk kegiatan berjemur, menyelam dan memancing. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Karimunjawa antara lain olah raga selam, berjemur dan mandi.
bandengan
Pantai bandengan atau yang bias kita sebut dengan pantai tirto samudro juga mempunyai keindahan alam yang dapat kita nikmati keindahanya, pantai yang memiliki panorama pasir putih dan pemandangan pohon pandan atau pohon perdu yang tumbuh di sepanjang bibir pantai dan sekitarnya, memiliki struktur pantai yang landai dan air yang jernih dan bersih.

Pengembangan Cagar budaya situs benteng voc

portugis
Benteng peninggalan belanda yang dinamakan oleh masyarakat sekitar sebagai benteng voc / benteng portugis yang merupakan salah satu obyek wisata andalann kabupaten dijepara Pembangunan benteng di kawasan ini diperkirakan karena letaknya yang sangat strategis untuk pertahanan dan kepentingan perdagangan, mengingat di bawah benteng tersebut terdapat bandar karena dulunya memang dekat dengan laut. Namun karena terjandinya proses sedimentasi yang terus-menerus dalam jangka waktu yang lama maka di bawah benteng pada masa sekarang ini sudah menjadi lahan pertanian dan perkampungan.
BENTENG PORTUGIS JEPARA Salah satu obyek wisata andalan di Jepara adalah Benteng Portugis jepara yang terletak di Desa Banyumanis Kecamatan Keling atau 45 km di sebelah utara Kota Jepara
Pada awal tahun 2008 sudah mulai dilakukan pemugaran dan renovasi tehadap benteng portugis tersebut.
Di bidang industri pariwisata, pemkab Jepara sedang menggalakkan sektor ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Obyek-obyek wisata yang dikembangkan bukan hanya yang menyangkut wisata alam tetapi juga wisata sejarah dan event budaya. Wisata alam menonjolkan pada segi keindahan alam. Alam Jepara cukup kaya akan keindahan alam seperti , Pantai Kartini, Taman Nasional Laut Kepulauan Karimunjawa, pantai bandengan atau yang biasa disebut dengan pantai tirtosamudro.

http://http://butiklielie.blogdetik.com/2012/02/12/karimun-jawa-dan-pengembangan-wisata-jepara/ 
Karimunjawa dan Pengembangan Wisata Jepara
Oleh Sumarto Rofiun pada .
Pulau Karimun jawa terdiri dari tiga desa (Karimun, Kemojan dan Parang). Objek wisata Bahari terpadu Taman Nasional Laut Karimunjawa ini merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di tingkat regional bahkan international, Potensi sosial budaya masyarakat Jepara yang mempunyai orientasi pengembangan pada wilayah pantai cukup banyak. Untuk Menunjang keberadaan Jepara sebagai salah satu tujuan wisata Rating: 5
READ MORE - KARIMUNJAWA DAN PENGEMBANGAN WISATA JEPARA >

MENIKMATI INDAHNYA KARIMUNJAWA

Jika ingin melihat Spongebob dan kawan-kawan ditempat asalnya, bukan di TV, maka Kepulauan Karimun Jawa adalah tempat yang tepat. Terletak di Utara kota Semarang, kepulauan ini terdiri dari 27 pulau pulau kecil dengan hamparan pasir putih dan terumbu karangnya. Seakan menjadi tempat belajar dan bermain yang luas bagi anak anak untuk mencintai laut dan keindahan didalamnya.

Sebenarnya kami merencanakan untuk menghabiskan libur lebaran di Jakarta saja menikmati sepinya jalan-jalan ibukota, tapi Peter dan keluarga mengajak pergi bersama ke Jawa menghabiskan waktu libur seminggu.
Kebetulan kedua anak kami sebaya dan saya pun sudah lama ingin ke Karimun tapi selalu terbentur dengan jadwal kapal. Maka disusunlah liburan seminggu ke Karimun Jawa.

Bersamaan dengan arus mudik kami pun berangkat dari Cibubur ke Semarang menggunakan dua buah mobil. Ternyata perjalanan sangat lancar diluar dugaan kami, sampai Cirebon barulah mulai terasa kemacetan.
Jarak Jakarta-Semarang kami tempuh dalam waktu 14 jam. Kami meneruskan perjalanan dengan menggunakan kapal cepat Kartini dari pelabuhan Tanjung Mas. Mobil kami dibawa ke Jepara karena direncanakan dari Karimun kami bukan kembali ke Semarang melainkan ke Jepara.

Perjalanan 3 jam dilaut dari Semarang akhirnya selesai ketika terlihat pulau Karimun Jawa, seperti masuk ke dunia yang sangat berbeda. Terlihat barisan pohon kelapa dipantai dan hijaunya rimbunan pohon sampai ke bukit ditengah pulau.
Menengok ke bawah kami melihat birunya air yang jernih dan terlihat ikan-ikan melintas. Luar biasa, hilang semua penat selama diperjalanan, anak-anak langsung berteriak gembira sambil menunjuk nunjuk ikan yang melintas.Sesuai rencana, hari pertama kami menginap di darat dulu bukan di Wisma Apung.
Blue Laguna ternyata hotel yang cukup bersih, murah dan nyaman dengan tempat makan yang terbuka. Jadi kami bisa makan sambil melihat pemandangan laut, kapal-kapal nelayan yang ditambat dan pulau Menjangan di seberang, sambil menikmati semilir angin pantai. Anak-anak sibuk bermain pasir putih yang terdapat diantara tempat makan dan laut.

Kenalan kami yang pertama dipulau adalah Chris, anak pemilik hotel. Sepintas kami menyangka dia salah satu tamu. Ternyata dia anak pemilik hotel yang tinggalnya di Jepara dan sedang berlibur di Karimun namun belum bisa pulang menunggu kapal ke Jepara.
Kami pun diajak berjalan melihat pulau dan pantai dekat dermaga lama yang cocok untuk berenang sambil melihat sunset. Terlihat ada yang bermain bola dilapangan dekat dermaga, kami juga melihat ada beberapa toko cindera mata.
Pulau Karimun dan beberapa pulau lain seperti pulau Nyamuk, Parang, Genting dan Kemujan adalah pulau berpenduduk, sedangkan sisanya adalah pulau tidak berpenduduk.
Malamnya kami habiskan dihotel sambil menemani anak-anak bermain pasir.Kami mengobrol di kursi malas dengan mata menatap bintang-bintang di langit, berharap ada terlihat bintang jatuh
Hari kedua dimulai dengan melihat terumbu karang menggunakan perahu kaca, sebelumnya kami mampir ke Wisma Apung melihat kolam penangkaran hiu dan penyu. Pak Joko, pemilik wisma, mengambil salah satu penyu dan membawanya untuk nanti dilepaskan.
Setelah puas melihat terumbu karang warna warni, kami mendarat dipulau menjangan kecil dan menuju pantai yang landai untuk melepas penyu. Acara pelepasan lebih mirip ajang foto bersama. Si penyu yg sudah tidak sabar ingin kelaut ditahan dan diajak foto bersama layaknya selebriti saja.

Kemudian supaya puas berenang dan snorkeling, kami ditinggal di pulau Menjangan Kecil, anak anak puas berenang, mengejar ikan ikan kecil dan mencari rumah kerang yang bagus-bagus, setelah istirahat makan siang baru kami dijemput lagi.
Kami tidak langsung pulang ke hotel tapi ikut mengantar dua orang yang berencana kemah 5 hari di Tanjung Gelam. Tanjung Gelam adalah bagian pulau Karimun, tapi lebih mudah dicapai lewat laut daripada lewat darat.
Ketika menurunkan dua petualang tersebut (seorang mahasiswa Jerman dan seorang mahasiswa lokal) kami pun berenang lagi karena tidak tahan melihat air dan ikan-ikan di Tanjung Gelam, sampai sore baru kembali dan pindah menginap di wisma Apung.

Wisma Apung !!! Ini baru 100% laut. Tidur, makan, mandi, karaoke, semua diatas laut. Berjarak 300 meter dari pulau karimun kami betul-betul menikmati laut. Makan malam pun diantar oleh perahu dari pulau Karimun.
Dari sana kita bisa langsung mengamati terumbu karang dan ikan yang ada dibawahnya. Malamnya saya coba mancing, tapi memang bukan pemancing pro, hanya dapat seekor berukuran sedang tapi itu sudah membuat anak-anak heboh.
Dilorong dan lantai sering terlihat kepiting-kepiting kecil, tapi kalau hendak ditangkap lari menyelinap ke bawah lantai kayu. Anak anak menemukan banyak obyek untuk dipelajari.

Esoknya kami rencanakan ke pulau Bengkoang menggunakan kapal Tom dan Dick, dua warga negara Australia yang kami kenal ketika minum sore di hotel Blue Laguna. Tom adalah pengelola resort Nirwana Laut.
Mereka mengajak kami dua keluarga serta Chris ikut kegiatan mereka hari ini. Jam 8 pagi kami berkumpul di dermaga lama. Sayangnya Chris terlambat datang, padahal dia yg wanti-wanti kalau janji sama bule harus tepat waktu. Akhirnya Chris kami tinggal, belakangan kami baru tahu dia terlambat karena kesulitan mencari minuman kaleng, maklum hari itu hari libur lebaran warung banyak yang tutup.

Ternyata di dekat pulau Bengkoang telah menunggu sebuah kapal layar indah milik teman mereka. Kapalpun merapat dan kami berkenalan dengan Frank dan Helmut dua warga negara Jerman yang sudah sehari sebelumnya buang jangkar disitu. Tom dan Dick langsung bergabung ngobrol dan minum bir bersama.
Sedangkan kami, tentu saja lebih memilih snorkeling dan berenang. Para awak kapal menyelam menembak ikan dengan alat tradisionil, lumayan dapat 10-12 ikan kerapu dan tongkol untuk makan siang.

Pulau Bengkoang dikelilingi karang yang cukup dangkal sehingga kapal tidak dapat masuk lebih jauh kepulau. Beruntung Frank meminjamkan sekoci perahu karetnya. Para istri dan anak perempuan yang mendarat ke pulau sedangkan saya, Peter dan anak laki laki langsung turun diantara karang dangkal dan laut dalam untuk snorkeling. Hari itu snorkeling jauh lebih menyenangkan dari sebelumnya.
Kevin yang baru duduk dikelas 6 SD dan Mark kelas 5 SD dengan bersemangat mengikuti kami, antusias mereka mengalahkan rasa takutnya. Hanya Ivan (kelas 2 SD) yang kurang nyaman menggunakan life jacket memilih bergabung dipulau. Dengan peralatan snorkeling yang terawat baik kami bisa mengamati terumbu karang dan ikan dengan seksama hingga kedalaman 7 meter.
Kadang kami menerobos celah dinding karang di kanan kiri seperti layaknya berenang di kanal sempit membuat kami merinding, apalagi jika sedang asyiknya memperhatikan Spongebob dan kawan kawan di air yang hangat tiba tiba ada arus air dingin dari laut dalam yang mengalir... mak seer membuat kami segera menepi lagi ke karang yang dangkal. Pengalaman hari itu saya yakin tak akan terlupakan oleh anak-anak kami.

Hari keempat direncanakan ke Kura-kura resort di pulau Menyawakan dan pulangnya mampir ke pulau cemara. Tapi kami kurang tertarik dengan water sport activity di sana dan memilih hanya ke pulau Cemara saja.
Pulau Cemara sama indahnya dengan Menjangan, ditemani oleh pembawa perahu kami snorkeling lagi sepanjang hari sampai kulit menjadi gelap. Secara tidak disengaja Kevin menginjak tripang yang bentuknya mirip kotoran manusia, tripang itu langsung mengkerut dan coba bergeser, tapi tentu saja dengan mudah ditangkap dan menjadi koleksi cindera mata melengkapi beberapa bintang laut warna biru dan binatang lain yang kami temukan sebelumnya.
Dapat dibayangkan jika ingin melihat semua keindahan gugusan kepulauan karimun jawa yang terdiri 27 pulau tentu waktu seminggu tidak akan cukup.

Rencananya kami akan pulang dengan menggunakan perahu kayu ke Jepara tapi mengingat ombak yg tinggi dan lama perjalanan bisa 6-7 jam menggunakan kapal kayu, kamipun lebih memilih menunda pulang sampai ada kapal cepat Kartini dan itu masih dua hari lagi.
Tom menawari kami menempati Nirwana Laut dgn harga sama dengan hotel kami yg lain. Kamipun menerima tawaran tersebut. Nirwana laut jauh lebih mewah dan lengkap dengan pemandangan lautnya luar biasa. Jika sebelumnya kami harus berperahu dulu baru snorkeling, disini kami tinggal lari kepantai dan langsung bersnorkeling sampai puas.

Saya melihat Nemo sekeluarga (4 ekor clown fish) diantara anemon dan banyak lagi ikan hias yang indah. Jadilah kami menghabiskan hari menunggu kapal dengan menikmati pantai di Nirwana Laut, pagi jalan jalan, sore snorkeling, malam bakar ikan dan minum kelapa muda.
O ya, satu hal yang belum saya utarakan adalah wisata daratnya karena saya tidak ikut. Hanya para istri dan Kevin ditemani Chris menggunakan dua motor mereka melakukan perjalanan darat hingga keujung utara pulau melewati lapangan terbang Dewandaru. Disana mereka melihat banyak pemandangan menarik dan bertemu penduduk yang ramah, bahkan pulangnya mereka diberi kelapa dan mangga.
Liburan kali ini sungguh menyenangkan, tambah pengalaman, tambah kenalan, tambah pengetahuan.
Penulis : NK Budidarman
READ MORE - MENIKMATI INDAHNYA KARIMUNJAWA >

KARIMUNJAWA, DESTINASI FAVORIT UTARA PULAU JAWA

Laut Karimunjawa

detikTravel Community - 
Taman Nasional Karimunjawa terdiri atas 27 pulau, baik yang berpenghuni, maupun tidak. Island hopping, berenang, snorkelling, diving, atau sekadar bersantai di pinggir pantai, dapat dilakukan di Karimunjawa.
Perjalanan selama 6 jam menggunakan bus dari Surabaya menuju Jepara. Kemudian mengarungi Laut Jawa dengan kapal Muria selama 6 jam dari Jepara, mengantarkan kami ke Kepulauan Karimunjawa.
Pasirnya yang seputih susu, air lautnya sejernih air mineral, dan kebersihannya yang terjaga. Atas semua dasar itu, maka pantas lah jika Karimunjawa dinobatkan sebagai salah satu kepulauan dengan pantai tercantik di Indonesia.
READ MORE - KARIMUNJAWA, DESTINASI FAVORIT UTARA PULAU JAWA >

TURIS BANYAK, TAPI KAPAL KE KARIMUNJAWA SEDIKIT


JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata budaya memang bisa menjadi andalah produk wisata Jawa Tengah. Namun, jangan lupakan Karimunjawa. "Di Jawa Tengah, wisata laut juga bisa, ada Karimunjawa. Pemandangan bawah lautnya indah dan terkenal," kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Jateng, Budiyanto, pada acara Dafam Hotel Management Media Gathering bersama Disbudpar Jawa Tengah, di Jakarta, Jumat (24/2/2012) malam.
"
Rencana nambah kapal tapi sampai sekarang belum dapat investornya.
-- Budiyanto
"
Hanya saja, lanjut Budiyanto, pesatnya jumlah turis ke Karimunjawa tidak sejalan dengan tersedianya transportasi menuju Karimunjawa. Budiyanto mengakui masalahnya ada pada keterbatasan akses transportasi. "Kapal cepat (KMC Kartini 1), tiga jam perjalanan dari Semarang hanya ada di hari Sabtu dan Selasa," katanya.
Sementara lewat Jepara, lanjutnya, ada Kapal Muria yang menempuh perjalanan selama 6 jam untuk sampai di Karimunjawa. "Rencana nambah kapal tapi sampai sekarang belum dapat investornya," kata Budiyanto.
Selain Karimunjawa, wisata bahari yang tengah dikembangkan adalah kawasan Nusakambangan dan Pantai Widarapayung. Sementara Pelabuhan Mas di Jawa Tengah juga sudah terbiasa menerima kunjungan kapal pesiar dan yacht.
READ MORE - TURIS BANYAK, TAPI KAPAL KE KARIMUNJAWA SEDIKIT >